Pertolongan Pertama ! Pada Epilepsi Dan Penanganannya

Author: | Posted in kesehatan No comments


DokterSehat.Com – Penyakit epilepsi barangkali tidak asing di telinga kita. Kata epilepsi sendiri sebetulnya merupakan istilah umum yang berarti kecenderungan untuk kejang.
Epilepsi adalah kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal listrik di di dalam otak yang sebabkan munculnya kejang berulang. Pada umumnya Brankar, epilepsi ditandai oleh hal-hal sebagai tersebut :
• Terjadi kejang atau bangkitan berulang, 2 bangkitan atau lebih dan lebih dari 1 episode (kejadian)
• Kejang terjadi tanpa segi provokasi atau penyakit otak akut
• Kejang kerap terjadi mendadak tanpa bisa diperkirakan sebelumnya
Manifestasi kejang epilepsi berwujud pandangan kosong, kaku otot, pergerakan tidak terkontrol, penurunan kesadaran, perasaan ganjil atau kejang semua badan. Ada {beberapa|sebagian|lebih dari satu} hal yang bisa sebabkan terjadinya kejang, antara lain :
• Kelalaian meminum obat
• Kurang tidur
• Makan tidak pas waktu
• Stres, suka ria dan perasaan sedih berlebih
• Siklus menstruasi atau pergantian keadaan hormonal
• Sakit atau demam
• Mengonsumsi obat di luar obat untuk epilepsinya
• Mengonsumsi alkohol dan narkoba
Pertolongan pertama
Jangan panik kalau menemukan seseorang di lebih kurang Anda mengalami kejang. Berikut ini adalah perlindungan pertama yang wajib dijalankan kalau seseorang di dekat Anda mengalami kejang.
• Jangan takut, jangan panik, mengutamakan keselamatan dan bertindak tenang. Pindahkan barang-barang beresiko yang ada di dekat pasien. Jangan pindahkan pasien jika berada di dalam bahaya. Longgarkan kerah kemeja atau kuncir pinggang supaya memudahkan pernafasan.
• Jangan masukkan apa-pun ke mulut pasien, atau benda keras di antara gigi gara-gara benda tersebut bisa melukai pasien.
• Bila pasien muntah atau mengeluarkan banyak liur, miringkan kepala pasien ke salah satu sisi.
• Observasi keadaan kejang. Perhatikan keadaan kesadaran, warna wajah, posisi mata, pergerakan keempat anggota gerak, dan suhu tubuh, selagi selagi kejang merasa dan berakhir, serta lamanya kejang.
• Tetap di samping pasien hingga keadaan pasien pulih sepenuhnya. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan atau kelemahan, maka pasien bisa dikatakan sudah pulih. Namun kalau pasien mengalami sakit kepala, muncul kosong atau mengantuk, biarkan pasien melanjutkan istirahatnya. Jangan mencoba berikan stimulasi terhadap pasien jika keadaan pasien belum seutuhnya sadar. Biarkan pasien lagi pulih bersama dengan tenang.
• Obat supositoria (0bat yang pemakaiannya bersama dengan langkah Karoseri Ambulance memasukkan lewat lubang/ celah terhadap tubuh, umumnya lewat rectum atau anus) bisa diberikan untuk menghentikan kejang.
Segera cari perlindungan medis atau tempat tinggal sakit kalau :
• Kejang terjadi sepanjang 2-3 menit
• Kejang yang diikuti kejang berikutnya tanpa ada fase tahu diantaranya
• Pasien terluka selagi kejang
Diagnosa
Diagnosa epilepsi ditegakkan berdasarkan pengecekan menyeluruh dari anamnesa/ riwayat medis, pengecekan fisik dan pengecekan penunjang diagnostik. Pada {beberapa|sebagian|lebih dari satu} besar kasus, anamnesa dijalankan terhadap orang di lebih kurang pasien (keluarga, teman kerja, dll), gara-gara pasien epilepsi kerap tidak bisa mengingat kejang yang mereka alami.
Untuk pengecekan penunjang, dokter dapat memakai Electroencephalogram (EEG), pengecekan radiologi berwujud Computed Tomography (CT Scan) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI). Selain itu dijalankan pengecekan laboratorium untuk menentukan model dan dosis obat yang nantinya dapat diberikan kepada pasien.